Posted on Leave a comment

Izin Jenderal Gatot! Diorama-Patung Soeharto di Monjali Yogya Masih Utuh

Izin Jenderal Gatot! Diorama-Patung Soeharto di Monjali Yogya Masih Utuh

Izin Jenderal Gatot! Diorama Patung Soeharto di Monjali Yogya Masih Utuh

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyoroti diorama Soeharto di Makostrad yang dihilangkan bahkan dia menyebut patung Soeharto sudah musnah. Ayo berkunjung ke Monumen Jogja Kembali (Monjali) di Ngaglik, Sleman. Diorama Soeharto di Monjali ini masih utuh tuh!
Patung-patung Soeharto itu ada dalam diorama yang menjadi koleksi Monjali. Namun, patung Soeharto tidak berdiri sendiri, melainkan bersama tokoh lain. Sebab, setiap diorama menceritakan sebuah peristiwa.

Tags :
Berita
Share This :
Posted on Leave a comment

Barahmus Gandeng ASITA Membangun Sinergi Meningkatkan Pariwisata DIY

Barahmus Gandeng ASITA Membangun Sinergi Meningkatkan Pariwisata DIY

Barahmus Gandeng ASITA Membangun Sinergi Meningkatkan Pariwisata DIY

Dalam rangka merayakan Ulang Tahun ke-50, Barahmus (Badan Musyawarah Musea) DIY menyelenggarakan Table Talk dengan Tema “Inovasi dan Sinergi Museum Dalam Mendorong Bangkitnya Industri Pariwisata” dengan menggandeng Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DIY untuk menggalang kolaborasi ke depan.

Acara yang digelar selama 2 hari, 22-23 September 2021 ini menghadirkan Ketua Panitia 50th Baramus DIY GKR Bendara, Ketua Umum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo, Ketua ASITA DIY Hery Setyawan dan Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo. Dalam waktu dekat acara tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan MoU Barahmus DIY dan ASITA DIY untuk mempromosikan museum-museum DIY sebagai destinasi wisata yang menyenangan dan mencerdaskan.

Tags :
Berita
Share This :
Posted on Leave a comment

MONUMEN JOGJA KEMBALI (MONJALI) Jejak Peristiwa Enam Jam di Yogyakarta

MONUMEN JOGJA KEMBALI (MONJALI) Jejak Peristiwa Enam Jam di Yogyakarta

MONUMEN JOGJA KEMBALI (MONJALI) Jejak Peristiwa Enam Jam di Yogyakarta

Bunyi sirene tanda istirahat dibunyikan dari pos pertahanan Belanda. Di bawah komando Letkol Soeharto, Komandan Brigade 10 daerah Wehrkreise III, mulai menggempur pertahanan Belanda setelah mendapat persetujuan dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku penggagas serangan. Pasukan Belanda yang satu bulan semenjak Agresi Militer Belanda II bulan Desember 1948 disebar pada pos-pos kecil, terpencar dan melemah. Selama enam jam Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil menduduki Kota Yogyakarta, setelah memaksa mundur pasukan Belanda. Tepat pukul 12.00 siang, sesuai dengan rencana, semua pasukan TNI menarik diri dari pusat kota ketika bantuan Belanda datang. Sebuah kekalahan telak bagi pihak Belanda.

Tags :
Berita
Share This :